ILMU PENDIDIKAN Menggugah Berfikir Kritis Melalui Kesadaran Tuhan

Rp69.900

ILMU PENDIDIKAN – Menggugah Berfikir Kritis Melalui Kesadaran Tuhan

Penulis:

Deni Hermawan

Kategori:

Deskripsi

ILMU PENDIDIKAN – Menggugah Berfikir Kritis Melalui Kesadaran Tuhan

Penulis:

Deni Hermawan

Penerbit : YPSIM Banten

Jumlah Halaman : 198

Ukuran Buku : 14.8 x 21.0 cm

Harga : Rp. 69.900

ISBN : 978-623-457-203-2

Sinopsis Buku :

 

Ilmu Pendidikan: Menggugah Berpikir Kritis Melalui Kesadaran Tuhan diawali dengan semangat Bismillahirrahmanirrahim. Buku ini lahir dari proses belajar, berdiskusi, dan berdialog yang sederhana—sering kali dilakukan di pinggir jalan, ngalor-ngidul tanpa judul, membahas kehidupan sehari-hari. Diskusi-diskusi tersebut berlangsung di pinggir Kali Kuning dan Kali Merah, di halaman rumah, atau dalam suasana lesehan warung kopi. Tanpa teks resmi, tanpa media canggih, dan tanpa sarana mewah sebagaimana pembelajaran di ruang formal.

Kami kerap menyebut proses ini sebagai ngobrol ala kaum marhaenis—sebuah gambaran ketulusan, kejujuran, dan kebersahajaan tanpa pamrih duniawi, tanpa niat atau pretensi tertentu. Tema-tema yang dibahas mengalir secara alami, mulai dari ilmu pendidikan, sosial-budaya, hingga ilmu agama, yang melahirkan kepolosan, keterbukaan, serta rasa kesetaraan dari dalam diri setiap peserta dialog.

Dialog yang terbangun adalah dialog terbuka, tanpa sekat dan tanpa dominasi kelas sosial. Semua memiliki tujuan yang sama: mewujudkan cita-cita besar yang selama ini masih menjadi mimpi bersama, yakni cita-cita tentang manusia yang merdeka, sehat, dan bermartabat—tanpa dominasi dan tanpa diskriminasi. Inilah hakikat manusia merdeka, atau marhaenis sejati.

Untuk mencapai cita-cita tersebut, diperlukan satu tekad bulat bersama yang berlandaskan emosi nasionalisme dan sosiodemokrasi sebagai sari pati ideologi Pancasila. Prosesnya ditempuh dengan memaknai kehidupan secara kritis melalui optimalisasi potensi terbesar anugerah Tuhan, yaitu akal budi. Berpikir kritis dipahami sebagai kualitas berpikir yang tumbuh dari dalam diri, yang hanya dapat berkembang melalui dialog dan diskusi terbuka untuk menemukan titik temu bersama.

Bahkan agama pun menekankan pentingnya penggunaan akal budi. Agama tidak sekadar dimaknai sebagai ibadah ubudiyah semata, melainkan juga sebagai ageman—pegangan hidup yang membentuk budi pekerti, moral, etika, serta perilaku yang produktif, mandiri, dan berdikari. Dari sinilah tumbuh kesadaran bahwa cinta kepada tanah air merupakan bagian dari keimanan yang terwujud dalam keberanian menyuarakan kebenaran. Sebab kebenaran sejati adalah milik Dzat Yang Maha Tunggal.

La khaula wala quwwata illa billahil ‘aliyil ‘adhim.
(Ingsun PSF)

Pemesanan/Pembelian :

083111221516

Ulasan

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.