Mitos Penciptaan Manusia Menurut Suku Saifi Dan Penciptaan Manusia Dalam Kitab Kejadian

Rp46.000

Mitos Penciptaan Manusia Menurut Suku Saifi Dan Penciptaan Manusia Dalam Kitab Kejadian

Penulis:

Sekuel Saflesa, S.Th., M.Th

Kategori:

Deskripsi

Mitos Penciptaan Manusia Menurut Suku Saifi Dan Penciptaan Manusia Dalam Kitab Kejadian

Penulis:

Semuel Saflesa, S.Th., M.Th

Penerbit : YPSIM Banten
Jumlah Halaman : 80
Ukuran Buku : 14.8 x 21.0 cm
Harga : Rp. 46.000
ISBN : 978-623-457-218-6
Sinopsis Buku :

Mitos Penciptaan Manusia yang berasal dari
pohon kayu Keefi (Gofir=Gopher) di daerah Wen Kampung
Kofalit menurut Suku Saifi adalah merupakan suatu
pandangan atau pemahaman yang tidak bisa dihilangkan
oleh Masyarakat Suku Saifi. Mereka percaya bahwa
manusia yang keluar dari kayu adalah benar-benar
merupakan cerita sejarah yang diwariskan oleh orang tua
kepada anak-anak. Dua belas suku yang keluar dari kayu
Keefi (Gofir=Gopher) mengandung makna religius bahwa
kayu diakui sebagai sarana kehidupan manusia secara
turun temurun. Dalam sejarah kehidupan masyarakat
primitif, mereka percaya bahwa ada sekelompok manusia
yang lahir secara alamia seperti marga Flassy Krarin, keluar
dari tanah dan marga Saflesa, Marga Saflafo, Marga
Salamuk, Marga Sagisolo, Marga Salambauw, Marga
Snanfi, Marga Salossa, Marga Saa, Marga Sawor, Marga
Sarefe, Marga Waftolo dan Saflembolo. Di dalam Alkitab
Perjanjian Lama, Kitab Kejadian 1:26-27, Berfirmanlah Allah:
“Baiklah Aku menjadikan manusia menurut gambar dan rupa
Kita, upaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan
burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan
atas segala binatang yang merayap di bumi”.
Penulis mengangkat pokok ini sebagai upaya
membangun kesadaran dalam konteks budaya bagaimana
berteologi, perlu adanya penghargaan terhadap nilai-nilai
atau cara pandang budaya terhadap Agama suku yang
menjadi dasar dalan memberi rasa keagamaan suatu
masyarakat. Sebab sadar atau tidak orang Kristen atau
orang percaya (Gereja), sedang bermisi dalam konteks
nyata suatu budaya dengan berbagai kompleksitas adat istiadat, bahasa, sistem religi, serta berbagai cerita mitos
yang membentuk kepribadian masyarakat, suku atau warga
gereja.
Apabila Gereja maupun para pelayannya tidak
tanggap terhadap realitas ini, maka dikuatirkan bahwa gereja
tidak dapat memahami dengan baik kehidupan sosio budaya
masyarakatnya sebagai arena dimana melakukan proses
pekabaran Injil akan terasing dan misi gereja tidak akan
fungsional dalam menyatakan Injil Yesus Kristus dalam
konteks iman Kristen.
Aspek penting dalam
memperhadapkan kisah penciptaan manusia ini adalah
merupakan suatu komitmen ke arah usaha membangun
teologi yang kontekstual untuk menjembatani budaya dan
Injil. Kenyataan ini tidak mudah, sebab membutuhkan
interaksi dinamis antara Injil, Gereja dan Budaya (pemeluk
budaya) itu sendiri, karena ketiganya merupakan dasar bagi
perkembangan dan pertumbuhan iman Kristen, Nilai dan
sifat dasar kebudayaan tetap menjadi kerangka kerja teologi
kontekstual di mana Injil merupakan isi dan sifat dasar itu.
Jadi yang diperlukan sekarang adalah Gereja,
para teolog selayaknya membangun dialog mengenai
pandangan dunia tradisional dan kelangsungan pernyataan
Yesus Kristus melalui pemberitaan Injil. Apabila mitos suku
Saifi tentang dua belas suku yang keluar dari pohon gofir
(keefi) hendak diperhadapkan atau dibandingkan dengan
kedua belas anak Yakub yang kemudian menjadi dua belas
suku Israel (Kej. 49:1-28), hal ini tidak sama atau memiliki
perbedaan yang sangat hakiki walaupun dapat dibangun
kerangka pikir teologi dan kedua tradisi itu dalam berteologi
secara kontekstual. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa manusia tidak memahami apa yang dikerjakan oleh Allah dalam proses penciptaan dunia serta segala isinya
termasuk manusia. Dalam kesaksian Alkitab Kitab Kejadian
1:26-27, menjadi standar moral dalam menagrahkan iman
warga gereja untuk memahami bahwa manusia adalah
Ciptaan Allah, dan menolak pandangan filsafat, mitos dan
cerita rakyat yang mengatakan bahwa manusia lahir karena
proses secara alami yaitu keluar dari kayu, tanah, laut dan
bahkan manusia berasal dari ular dan buaya.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.